aku sedang belajar untuk menjadi manusia,,
terserah mereka yang menilai,,
kadang aku bertanya, kenapa aku harus begini, kenapa aku harus begitu?
aku coba cari jawabannya,,
dia ada di hati…!
Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa.Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.
Hidup memerlukan pengorbanan. pengorbanan memerlukan perjuangan. perjuangan memerlukan ketabahan. ketabahan memerlukan keyakinan. keyakinan pula menentukan kejayaan. kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.
Sahabat, pernahkah kita bingung? ataukah kita sekarang sedang dilanda kebingungan yang teramat bingung, kenapa ya kok bisa kita menjadi bingung…bahkan bingung yang sebingung-bingungnya. Apa sih yang menyebabkan kita bisa jadi bingung, setiap orang pastinya punya masalah nah dari sekian banyaknya masalah itulah kita menjadi bingung, hal ini juga karena disebabkan oleh overloadnya permasalahan yang dirasakan sebagai sebuah masalah, kok bisa overload ya karena memang sebenarnya setiap manusia hidup itu ciri-cirinya adalah mempunyai masalah, karena tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tidak mempunyai masalah. Jadi kenapa bisa jadi begitu, mungkin kita terkadang senantiasa menyepelekan suatu masalah yang kecil-kecil, hingga masalah-masalah yang kecil itu menumpuk hingga menggunung dan menjadikan bumerang kepada kita sendiri karena kita menjadi bingung harus darimana kita mulai untuk menyelesaikan masalah…jadi ya kebingungan sendiri. Namun inti dari itu semua adalah, kita kadang tidak pernah melibat Allah dalam menyelesaikan semua kebingungan itu. Kita malah bergantung pada manusia, yang notabene mempunyai masalah juga. Memang tidak ada salahnya kita minta solusi kepada sahabat, kepada suami/istri, kepada orang tua atau kepada siapapun itu, namun salahnya kita adalah kita jarang sekali untuk mengikutkan Allah. Padahal kita semua tahu bahwasanya Allah itu adalah tempat bermuara setiap solusi, sepertinya memang shallat-shallat kita tidak berbekas…lho kok nyambung ke situ? Ya…iyalah setiap kita shallat kita senantiasa membaca surat Al-Fatihah…dalam surat cinta Allah itu sudah dengan jelas dan gamblang “…hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (Q.S. 1 : 5-6) nah tuh…sudah jelas kan bahwa kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allah pada setiap shallat, namun itu semua lewat begitu saja hilang tak berbekas, menguap bagai air yang menguap. Atau bisa jadi dalam shallat kita, kita tidak berusaha untuk menghayati setiap apa yang kita baca..kadang dalam shallat kita yang ada hanya ingat pada pasar, ketika shallat malah ingat apa yang sebelum berangkat shallat tadi ada yang kelupaan. Jadi kita harus bagaimana kita harus bersikap…Allah sudah menegaskan melalui ayat cintaNya untuk semua hambaNya, “maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu…” (Q.S 76 : 24) jadi bersabarlah sahabat, sabar dengan penuh keikhlasan, libatkan Allah dalam setiap masalah. Ketika kebingungan melanda, maka bersujudlah pada Alloh mintalah petunjuk padaNya, mintalah bantuan padaNya, kembalikan padaNya karena sesungguhnya setiap masalah itu pasti ada pemecahannya. Ayo sahabat…mulai sekarang kita kembali pada Allah, kembalikan semua permasalahan kita, kebingungan kita pada Allah, insya Allah dengan istiqomah sedikit demi sedikit semua kebingungan kita akan terselesaikan bahkan tanpa kita sadari…insya Allah. Ya Allah Ya Wadud. Alirkanlah cintaMu kedalam diri kami agar mampu kami mencintaiMu,RasulMu dan makhluk2Mu semata-mata keranaMu…
Seorang wanita bertanya kepada seorang pemuda tentang cinta dan harapan. Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pemuda berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pemuda ingin menjadi matahari, bukan kupu-kupu atau kumbang yang terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan tetapi pemuda tetap ingin menjadi matahari. Wanita semakin bingung kerana matahari dan bulan takkan boleh bertemu, tetapi pemuda tetap ingin menjadi matahari. Wanita berkata ingin menjadi burung yang mampu terbang ke langit jauh di atas matahari dan pemuda berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah 3 kali menduga namun pemuda tetap keras kepala, ingin menjadi matahari tanpa mahu ikut berubah bersama wanita. Maka wanita itu pun beredar pergi dengan rasa kecewa dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa matahari juga menjadi pilihan pemuda. Sang pemuda merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita menjadi bunga, pemuda ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarannya kepada bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan akhirnya rama-rama yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih iaitu memberi tanpa syarat, tanpa mengharapkan imbuhan dan balasan.
Saat wanita menjadi bulan, pemuda tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat akan matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak berupaya menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini dinamakan pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Dan saat wanita jadi burung yang dapat terbang tinggi jauh ke langit, bahkan di atas matahari, pemuda tetap selalu jadi matahari agar burung tetap bebas untuk pergi pada bila-bila masa pun yang ia mahu dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan burung untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk burung.